Gambar 1. Kondisi tanaman padi di dalam screenhouse (doc. pribadi)

Mahasiswa Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, FTP, UGM dari Lab. Fisika Hayati bernama Faizal Fuadi Puristiawan melakukan penelitian manfaat penerapan metode budidaya System of Rice Intensification (SRI) terhadap beberapa varietas padi. System of Rice Intensification (SRI) pertama kali dikenalkan oleh Fr. Henri de Laulanie dan French Priest. Tujuan dari System of Rice Intensification yaitu meningkatkan produktivitas padi serta menghemat input tanaman padi seperti benih, pupuk, dan air. Poin-poin utama yang terdapat pada SRI antara lain pemilihan bibit secara seksama, pengolahan lahan tanam, dan peran mikroorganisme. Beberapa hal yang dapat diamati pada pertumbuhan tanaman padi antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang akar, serta produktivitas padi.

Varietas padi yang digunakan dalam percobaan ini yaitu varietas Hitam, Merah, Ciherang, dan IR64. Varietas ini dipilih karena di Indonesia banyak petani yang menanam varietas ini. Percobaan dilakukan di bawah naungan screenhouse Pusat Inovasi Agro Teknologi, Universitas Gadjah Mada. Lokasi penelitian dipilih karena mendekati keadaan riil di lapangan. Pupuk yang dipakai yaitu NPK dan kompos. Alat yang dipakai antara lain penggaris/mistar, timbangan digital, penetrometer, SPAD, luxmeter, anemometer, thermohygrometer, dan solarpower meter. Selain itu penelitian ini juga menggunakan Field Monitoring System (FMS) yang digunakan untuk mengamati kondisi iklim mikro secara real time.

Gambar 2. Field Monitoring System (FMS) yang dipasang dilokasi penelitian  (doc. pribadi)

Tekstur tanah masuk ke dalam tekstur tanah silty loam yang telah diuji di laboratorium BPTP Yogyakarta. Suhu daerah penelitian memiliki rentang antara 27,8° – 41,65° Celcius, ini sudah cukup untuk budidaya padi. Hal ini sesuai dengan AAK (1990), bahwa tanaman padi membutuhkan suhu minimal antara 11° – 25° Celcius dan suhu yang lebih panas. Kelembaban (RH) daerah penelitian didapatkan RH minimal 46,7% dan RH rata-rata 69,90 % sehingga kelembaban daerah penelitian menurut FAO dapat dikategorikan ke dalam daerah sub-humid. Kecepatan angin maksimal yaitu 0,9 m/s masuk ke dalam kategori calm wind.

Gambar 3. Kondisi tanaman padi perlakuan SRI (doc. pribadi)

Efisiensi penggunaan air (WUE, Water Use Efficiency) merupakan salah satu solusi tepat untuk menghadapi ketersediaan air yang terbatas. Nilai WUE atau EPA dapat diartikan sebagai jumlah hasil produksi atau biomassa bahan kering yang dihasilkan tanaman dengan menggunakan sejumlah air untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dalam satu masa tanam (kg/m3).Pada penelitian ini diperoleh nilai efisiensi penggunaan air (EPA) pada metode SRI  tertinggi didapat pada varietas Merah sebesar 0,052 gram/mm sedangkan nilai terendah didapat pada varietas Hitam sebesar 0,035 gram/mm. Jenis varietas padi yang digunakan juga memberikan pengaruh terhadap besaran dari nilai EPA. Sedangkan perlakuan konvensional, nilai EPA tertinggi didapat pada varietas IR64 sebesar 0,063 gram/mm dan terendah pada varietas Ciherang sebesar 0,03 gram/mm. Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat untuk panduan petani dalam memilih varietas yang akan ditanam dan penulis berharap bisa bermanfaat untuk kajian akademis.